Takan ada titik batas untuk penantian..
Takan ada kata jenuh menunggu kembalimu,..
Biarlah aku disini..
Di sudut kota kecil ini..
Bersahabat dengan rindu..
Menikmati tiap jengkal putaran waktu..
Hingga nanti ku tersadar..
Pergimu tak untuk pulang...
Kala senja mulai menyapa..
Lihatlah jemari jemari kecilku ini..
yang tak lelah menghitung hari..
Lihat pula percikan tetes lara..
Yang terbendung di pelipis mata..
Maaf sayang..
Mungkin dayaku terlalu lemah..
Atau memang takdir yang tak kenal iba..
Hingga kadang asa merasuk goyahkan jiwa...
krna ujung penantiang yang tak kunjung tiba..
Jika pergimu tak untuk pulang..
Bawalah puisi ini sebagai bekal perjalanan..
Agar kau selalu ingat..
Ada aku yang terlanjur berucap..
"Takan ada titik batas untuk penantian"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar