Senin, 19 Juli 2010

putri kolong jembatan

‎_putri kolong jembatan_

Lambai tangan kecilnya penuh kepedihan..
Mengharap sisa koin logam yang tak lagi terpakai..

...Sungguh dendang lambungnya miris terdengar..
Yang memang tak lagi sabar menunda lapar..

Dia si putri kolong jembatan..
Rebah raganya tak beralas..
Ganas angin malam pun tetap buatnya pulas..

Hingga saat mentari fajar buatnya terjaga..
Memaksa kembli tapaki jejak hidupnya..
Yang penuh dengan kisah-kisah lara..

Sungguh tragis nasibmu kawan..
Kala kudapati kau di simpang jalan..
Nyanyianmu makin lantang terdengar..
Masih dengan lambai tangan kecilmu yang penuh kepedihan.

1 komentar: